INOVASI SISTEM TRANSPORTASI UMUM

07.26



Pada tanggal 10 Januari 2017 Universitas Gunadarma mengadakan seminar yang bertajuk “INNOVATION OF PUBLIC TRANSPORTATION SYSTEM”. Dimana pada kesempatan kali ini banyak membahas permasalah – permasalahan sistem transportasi umum yang ada di Indonesia, juga mengenai bagaimana penanganannya.
Seminar yang diadakan di Gedung Auditorium D462 Universitas Gunadarma ini mengundang beberapa narasumber, diantaranya adalah Bapak Ir. Basuki Muchlis, MT dan Bapak Prof. Dr. Ir. Sutanto Soehodho, M.Eng..
Penjelasan yang akan saya uraikan di tulisan kali ini adalah penjelasan dari materi yang disampaikan oleh bapak Ir. Basuki Muchlis, MT.
Bapak Ir. Basuki Muchlis, MT sendiri merupakan Kepala Bidang IV (Partnership, Bidang Olahraga, dan Jasa Konstruksi) DPD HPJI DKI Jakarta. Pada kesempatan kali itu, beliau menyampaikan materi dengan tema “Informasi Sistem Transportasi Umum Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi”. Ada 6 pokok bahasan yang disampaikan oleh beliau, diantaranya :
-          Angkutan umum massal di perkotaan
-          Pembangunan jalan Tol JABODETABEK
-          6 PAKET LOKASI PEMBANGUNAN SIMPANG TIDAK SEBIDANG DAN KORIDOR BUSWAY
-          Pembangunan prasarana kereta api
-          LRT JABODETABEK
-          MRT Jakarta
Berikut uraian kesimpulan yang dapat saya ambil dari tiap tiap pokok bahasan
1.       ANGKUTAN UMUM MASSAL DI PERKOTAAN
Urbanisasi berjalan sangat masif dan persisten, pada saat ini tingkat urbanisasi mencapai 40% dan diperkirakan pada tahun 2045 urbanisasi di Indonesia mencapai 70% Penduduk Indonesia. Pergerakan perekonomian negara didominasi di perkotaan. Sebanyak 30% kegiatan perkonomian perkotaan menyumbang PDB sebanyak 38% pada tahun 2013 dan diprediksi akan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Total 83 kota di Indonesia, 42 di Jawa dan 41 di luar Jawa. Share penduduk wlayah kota (termasuk sub-urban) sudah mencapai 52 persen (123 juta jiwa, 2010). Share luas lahan dari kota hanya 4.7 persen dari total luas lahan di Indonesia (89 ribu km persegi).
Target 2015 – 2019 :
Peran angkutan umum naik dari 16% menjadi 35%. Pemerintah sendiri memberikan kebijakan bantuan pusat sebagai stimulus dikembangkan oleh kota sebagai backbone dengan skema pembiayaan matching fund  dalam pengembangan BRT. Pembinaan penyelenggaraan BRT dan MRT. Sementara untuk kebutuhan pendanaan sendiri disebutkan bahwa pembangunan BRT di 20 kota termasuk 6 kota aglomerasi, dengan total 525 bus/tahun dengan anggaran sebesar Rp. 2,87 Trilliun dan pembangunan elevated loop line sebesar Rp 3,0 Trilliun.
Sementara permasalah yang akan terjadi dimana arus perjalanan memusat ke pusat kota aglomerasi menimbulkan tidal flow. Kerja sama antar wilayah masih terjadi kesenjangan. Dan belum optimalnya peran DAK dalam menunjang pembiayaan pemeliharaan angkutan BRT serta belum terealisasinya alternatif pendanaan lain.
2.       Pembangunan Jalan Tol JBAODETABEK
-          Pelaksanaan konstruksi jalan Tol Cinere – Jagorawi
-          Pelaksanaan konstruksi jalan Tol Cimanggis – Cibitung
-          Jalan tol Ruas Depok Antasari (PT CITRA WASPPHUTOWA)
-          Jalan tol Ruas Bekasi Cawang Kampung Melayu (PT KRESNA KUSUMA DYANDRA MARGA)

3.       6 PAKET LOKASI PEMBANGUNAN SIMPANG TIDAK SEBIDANG DAN KORIDOR BUSWAY
-          Pembangunan simpang tidak sebidang Cipinang Lontar
-          Pembangunan simpang tidak sebidang Bintaro Perma – Rel KA
-          Pembangunan FO Pancoran
-          Pembangunan Underpass Kartini
-          Pembangunan Underpass Mampang – Kuningan
-          Pembangunan Underpass Matraman – Salemba
-          Jalan Non-Tol Busway Mampang – ciledug

4.       Pembangunan Prasarana Kereta Api
-          Jalan komuter Jatinegara – Manggarai

5.       LRT JABODETABEK
Light rapid transit direncanakan akan di bangun di DKI Jakarta pada 2015, LRT ini untuk menambah kapasitas dan cakupan angkutan massal yang ada. Daya angkut LRT ini mencapai 220.000 orang per hari nya. Proses pembangunan LRT yang terlihat saat ini adalah progres dari pembangunan LRT Cibubur oleh Adhi Karya. Dan Progres LRT Veldrome Kelapa gading oleh Wijaya Karya.

6.       MRTJ Tahap 1
Setelah MRT jadi akan meningkatkan SDM dan alih fungsi teknologi, sehingga proyek yang berikutnya SDM di Indonesia akan lebih maju, serta setelah MRT berfungsi dapat mengurangi kemacetan dan dinikmati oleh masyarakat Indonesia.
Sehingga, seperti Singapura MRT sejak 1983 sudah ada 4 jalur yang telah beroperasi: Utara-Selatan/Jurong East-Marina South (25 stasiun), Timur-Barat/Paris Ris Changi Airport-Tanah Merah (32 stasiun). Timur Laut/Harbour Front-Punggol (16 stasiun), Pusat Kota/Bugis Chinatown (6 stasiun).
Seperti juga Thailand, jalur Biru antara Hua Lamphong dan Bang Sue dibuka ahun 2004 sebagai sistem transportasi umum kedua Bangkok. Juga Malaysia, yang MRT-nya memiliki tiga koridor sepanjang 141 km.
KESIMPULAN
-          Infrastruktur merupakan program utama nasional, sehingga akan menumbuhkan sektor – sektor lainnya
-          Akan dibutuhkan energi yang lebih antara lain : Teknologi, anggaran dengan APBN, loan atau skema PPP, Perencanaan, Pelaksanaan, Pengawasan dan Tenaga kerja.
-          Kita harus siap mensukseskan dengan Kinerja masing masing
-          Peluang sangat terbuka khususnya tenaga kerja nasional kita.


You Might Also Like

1 komentar

  1. Terimakasih attensinya sehingga memberikan rangkuman yg sangat bagus dan supportnya semoga materi yg dimaksud bermanfaat untuk semuanya.Salam succs dan sehat2 selalu.Aamiin.

    BalasHapus

Subscribe