INOVASI SISTEM TRANSPORTASI UMUM
07.26
Seminar yang
diadakan di Gedung Auditorium D462 Universitas Gunadarma ini mengundang
beberapa narasumber, diantaranya adalah Bapak Ir. Basuki Muchlis, MT dan Bapak Prof.
Dr. Ir. Sutanto Soehodho, M.Eng..
Penjelasan yang
akan saya uraikan di tulisan kali ini adalah penjelasan dari materi yang
disampaikan oleh bapak Ir. Basuki Muchlis, MT.
Bapak Ir.
Basuki Muchlis, MT sendiri merupakan Kepala Bidang IV (Partnership, Bidang
Olahraga, dan Jasa Konstruksi) DPD HPJI DKI Jakarta. Pada kesempatan kali itu,
beliau menyampaikan materi dengan tema “Informasi Sistem Transportasi Umum
Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi”. Ada 6 pokok bahasan yang
disampaikan oleh beliau, diantaranya :
-
Angkutan umum massal di perkotaan
-
Pembangunan jalan Tol JABODETABEK
-
6 PAKET LOKASI PEMBANGUNAN SIMPANG TIDAK SEBIDANG
DAN KORIDOR BUSWAY
-
Pembangunan prasarana kereta api
-
LRT JABODETABEK
-
MRT Jakarta
Berikut uraian
kesimpulan yang dapat saya ambil dari tiap tiap pokok bahasan
1. ANGKUTAN
UMUM MASSAL DI PERKOTAAN
Urbanisasi berjalan sangat masif dan persisten, pada saat ini tingkat
urbanisasi mencapai 40% dan diperkirakan pada tahun 2045 urbanisasi di
Indonesia mencapai 70% Penduduk Indonesia. Pergerakan perekonomian negara didominasi
di perkotaan. Sebanyak 30% kegiatan perkonomian perkotaan menyumbang PDB
sebanyak 38% pada tahun 2013 dan diprediksi akan terus meningkat dari tahun ke
tahun.
Total 83 kota di Indonesia, 42 di Jawa dan 41 di luar Jawa. Share
penduduk wlayah kota (termasuk sub-urban) sudah mencapai 52 persen (123 juta
jiwa, 2010). Share luas lahan dari kota hanya 4.7 persen dari total luas lahan
di Indonesia (89 ribu km persegi).
Target 2015 –
2019 :
Peran angkutan umum naik dari 16% menjadi 35%. Pemerintah sendiri
memberikan kebijakan bantuan pusat sebagai stimulus dikembangkan oleh kota
sebagai backbone dengan skema
pembiayaan matching fund dalam pengembangan BRT. Pembinaan penyelenggaraan
BRT dan MRT. Sementara untuk kebutuhan pendanaan sendiri disebutkan bahwa
pembangunan BRT di 20 kota termasuk 6 kota aglomerasi, dengan total 525
bus/tahun dengan anggaran sebesar Rp. 2,87 Trilliun dan pembangunan elevated
loop line sebesar Rp 3,0 Trilliun.
Sementara permasalah yang akan terjadi dimana arus perjalanan memusat
ke pusat kota aglomerasi menimbulkan tidal
flow. Kerja sama antar wilayah masih terjadi kesenjangan. Dan belum
optimalnya peran DAK dalam menunjang pembiayaan pemeliharaan angkutan BRT serta
belum terealisasinya alternatif pendanaan lain.
2. Pembangunan
Jalan Tol JBAODETABEK
-
Pelaksanaan konstruksi jalan Tol Cinere –
Jagorawi
-
Pelaksanaan konstruksi jalan Tol Cimanggis –
Cibitung
-
Jalan tol Ruas Depok Antasari (PT CITRA
WASPPHUTOWA)
-
Jalan tol Ruas Bekasi Cawang Kampung Melayu (PT
KRESNA KUSUMA DYANDRA MARGA)
3. 6
PAKET LOKASI PEMBANGUNAN SIMPANG TIDAK SEBIDANG DAN KORIDOR BUSWAY
-
Pembangunan simpang tidak sebidang Cipinang
Lontar
-
Pembangunan simpang tidak sebidang Bintaro Perma
– Rel KA
-
Pembangunan FO Pancoran
-
Pembangunan Underpass Kartini
-
Pembangunan Underpass Mampang – Kuningan
-
Pembangunan Underpass Matraman – Salemba
-
Jalan Non-Tol Busway Mampang – ciledug
4. Pembangunan
Prasarana Kereta Api
-
Jalan komuter Jatinegara – Manggarai
5. LRT
JABODETABEK
Light rapid transit direncanakan akan di
bangun di DKI Jakarta pada 2015, LRT ini untuk menambah kapasitas dan cakupan
angkutan massal yang ada. Daya angkut LRT ini mencapai 220.000 orang per hari
nya. Proses pembangunan LRT yang terlihat saat ini adalah progres dari
pembangunan LRT Cibubur oleh Adhi Karya. Dan Progres LRT Veldrome Kelapa gading
oleh Wijaya Karya.
6. MRTJ
Tahap 1
Setelah MRT
jadi akan meningkatkan SDM dan alih fungsi teknologi, sehingga proyek yang
berikutnya SDM di Indonesia akan lebih maju, serta setelah MRT berfungsi dapat
mengurangi kemacetan dan dinikmati oleh masyarakat Indonesia.
Sehingga,
seperti Singapura MRT sejak 1983 sudah ada 4 jalur yang telah beroperasi:
Utara-Selatan/Jurong East-Marina South (25 stasiun), Timur-Barat/Paris Ris
Changi Airport-Tanah Merah (32 stasiun). Timur Laut/Harbour Front-Punggol (16
stasiun), Pusat Kota/Bugis Chinatown (6 stasiun).
Seperti juga
Thailand, jalur Biru antara Hua Lamphong dan Bang Sue dibuka ahun 2004 sebagai
sistem transportasi umum kedua Bangkok. Juga Malaysia, yang MRT-nya memiliki
tiga koridor sepanjang 141 km.
KESIMPULAN
-
Infrastruktur merupakan program utama nasional,
sehingga akan menumbuhkan sektor – sektor lainnya
-
Akan dibutuhkan energi yang lebih antara lain :
Teknologi, anggaran dengan APBN, loan atau skema PPP, Perencanaan, Pelaksanaan,
Pengawasan dan Tenaga kerja.
-
Kita harus siap mensukseskan dengan Kinerja
masing masing
-
Peluang sangat terbuka khususnya tenaga kerja
nasional kita.
1 komentar
Terimakasih attensinya sehingga memberikan rangkuman yg sangat bagus dan supportnya semoga materi yg dimaksud bermanfaat untuk semuanya.Salam succs dan sehat2 selalu.Aamiin.
BalasHapus