HAMBATAN / MASALAH KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI TEKNIK SIPIL

22.39



            Organisasi merupakan wadah atau tempat bagi sekumpulan orang yang memiliki tujuan sama untuk bertatap muka, dan saling bertukar pikiran. Dalam prosesnya, organisasi berkembang sehingga terbagi lagi berdasarkan fungsi, bentuk, dan banyaknya pemimpin. Semakin besar suatu organisasi maka dapat disimpulkan semakin kompleks dan rentan pula mengalami hambatan atau masalah dalam pelaksanaannya.
            Organisasi sendiri tidak hanya meliputi sebuah komunitas maupun asosiasi. Di dalam praktiknya, organisasi dapat melingkupi berbagai macam perusahaan, salah satunya perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi.
            Salah satu kegiatan organisasi / perusahaan adalah komunikasi yang terbagi dalam beberapa jenis, dimana pengaplikasiannya harus disesuaikan.
Komunikasi Vertikal, adalah komunikasi yang dilancarkan dari atas ke bawah (downward communication) dan sebaliknya dari bawah ke atas (upward communication) atau dengan kata lain komunikasi yang dilancarkan oleh pihak atasan kepada bawahan atau sebalknya dari bawahan kepada atasan (two way traffic communication) .
Komunikasi Horizontal, adalah komunikasi yang dilakukan secara mendatar antara anggota staf dengan anggota staf, karyawan dengan karyawan dan sebagainya .
Komunikasi Diagonal, adalah komunikasi antar pimpinan antara pimpinan seksi dengan pegawai seksi lain
            Berikut uraian tentang hambatan dan akibat dari terhambatnya komunikasi dalam lingkup perusahaan :
Komunikasi adalah interaksi antara dua orang atau lebih. Di dalam komunikasi terdapat elemen komunikator sebagai penyampai pesan, media dan komunikan sebagai pihak yang bertugas menerima pesan.Pada dasarnya, elemen tersebut dapat berubah posisi sesuai kepentingan sebuah komunikasi yang terjadi. Bisa jadi komunikator beralih menjadi komunikan, begitu pula sebaliknya.
            Secara garis beras hambatan komunikasi dibagi menjadi 3 jenis :
-          Hambatan Teknis
Hambatan ini timbul karena lingkungan dan memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang teknologi komunikasi dan sistem informasi, sehingga saluran komunikasi dan media komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien.
-          Hambatan Semantik
Gangguan ini menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau ide secara efektif. Definisi semantik disini adalah studi atas pengertian yang diungkapkan lewat bahasa. Suatu pesan yang kurang jelas akan tetap menjadi tidak jelas bagaimanapun baiknya transmisi. Untuk menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya, serta melihat dan mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap kata-kata yang digunakannya.
-          Hambatan Manusiawi
Hambatan ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan. Menurut Cruden dan Sherman, hambatan ini mencakup :
·         Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia, seperti perbedaan persepsi, umur, keadaan emosi, status, keterampilan mendengarkan , pencarian informasi, dan penyaringan informasi.
·         Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi atau lingkungan sosial dan budaya, seperti suasana dan iklim kerja serta tata nilai yang dianut. Ditinjau dari aspek bisnis, organisasi adalah sarana manajemen (dilihat dari aspek kegiatannya). Korelasi antara Ilmu Komunikasi dengan Organisasi terletak pada peninjauannya yang berfokus kepada manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi.

Banyak isu utama dalam proyek konstruksi memerlukan intervensi yang efektif oleh individu, kelompok dan organisasi. Tantangan mendasar adalah untuk meningkatkan komunikasi antara individu-individu, kelompok dan organisasi sehingga hambatan di jalan memperbaiki hubungan interpersonal dapat dihapus. Konsep-konsep ilmu perilaku beberapa sangat membantu dalam mengatasi kesulitan komunikasi yang menghalangi kerjasama dan koordinasi. Dalam proyek-proyek yang sangat besar, para ilmuwan perilaku profesional mungkin diperlukan dalam mendiagnosis masalah dan memberikan saran kepada karyawan yang bekerja pada proyek. Kekuatan organisasi harus digunakan dengan bijaksana dalam menyelesaikan konflik.
Gejala-gejala utama dari masalah perilaku interpersonal dapat dideteksi oleh pengamat berpengalaman, dan mereka sering kesulitan sumber komunikasi yang serius antara peserta dalam suatu proyek. Sebagai contoh, anggota tim proyek dapat menghindari satu sama lain dan menarik diri dari interaksi aktif tentang perbedaan yang perlu ditangani. Mereka mungkin mencoba untuk mengkritik dan menyalahkan orang lain atau kelompok ketika ada yang salah. Mereka mungkin membenci saran untuk perbaikan, dan menjadi defensif untuk meminimalkan kesalahan daripada mengambil inisiatif untuk memaksimalkan prestasi. Semua tindakan ini merugikan organisasi proyek.

Meskipun gejala ini dapat terjadi pada individu pada organisasi apapun, mereka masih diperparah jika tim proyek terdiri dari individu yang diletakkan bersama-sama dari organisasi yang berbeda. Selalu, organisasi yang berbeda memiliki budaya yang berbeda atau mode operasi. Individu dari kelompok yang berbeda tidak mungkin memiliki loyalitas umum dan dapat memilih untuk memperluas energi mereka dalam arah yang paling menguntungkan untuk diri mereka sendiri bukan tim proyek. Oleh karena itu, tidak ada yang harus menerima begitu saja bahwa tim proyek akan bekerja bersama secara harmonis hanya karena anggotanya ditempatkan secara fisik bersama-sama dalam satu lokasi. Sebaliknya, harus diasumsikan bahwa komunikasi yang baik dapat dicapai hanya melalui upaya sengaja dari manajemen puncak masing-masing organisasi memberikan kontribusi kepada perusahaan patungan.
            Segala hambatan dan masalah yang terjadi, dalam kasus ini masalah yang diakibatkan oleh komunikasi perlu memiliki solusi untuk menghindari terulangnya masalah. Berikut adalah beberapa cara yang dapat di aplikasikan :

A. Jika Terjadi Beda Presepsi
Banyaknya informasi atau pesan yang di terima oleh komunikate, dapat mempengaruhi bagaimana komunikate ini mengartikan tiap pesan yang disampaikan kepadanya. Sehingga bukan hal yang tidak mungkin jika terjadi ‘bias’ atau perbedaan presepsi antara komunikan dan komunikate.
Solusinya :
-          Tentukan dulu apa tujuan yang ingin dicapai dari disampaikannya pesan, lalu analisis situasi ( lingkungan sosial, linkungan fisik, peranan paralinguistik, sarana yang bisa dipakai sebagai medium, konteks organisasi, dsb) agar bisa ditetapkan bagaimana komunikasi bisa diberlangsungkan dengan tepat .
-          Pakailah bahasa yang mudah dimengerti.
-          Melakukan reapeting atau pengulangan dari komunikan ke komunikate dan sebaliknya.
-          Komunikasi dua arah, selain transfer informasi atau pesan, komunikate juga diajak untuk bertanya jika ada hal yang belum dipahamai secara menyeluruh.


B. Over Loading
Terlalu banyak pemakaian istilah asling yang harus ditafsirkan secara bersamaan.
Solusinya :
Jika berlaku sebagai komunikate, buatlah filtering dan urutlah kode-kode (“queuing”). Tetapi jika berlaku sebagai komunikator, sampaikan kode-kode secara teratur satu persatu agar komunikate paham satu per satu.
C. Downward / Upward yang Tercecer :
Komunikasi atas bawah yang berkangsung lewat mediator (katakanlah middle manager atau supervisor) tidak jarang terfilter atau bahkan disalah artikan atau dikurangi sehingga sampai pada komunikate tidak utuh.
Solusinya :
Lakukan konfirmasi mengenai kebenaran pesan jika merasa ragu.

You Might Also Like

1 komentar

  1. The best casinos in Ireland for players
    This list is a snapshot 메이저벳 of all the casinos in Ireland that accept players from Ireland. A detailed overview of all of the 토토꽁머니 casinos. Rating: 바카라중국점 3.5 파라오바카라 · ‎1,221 votes 라이브스코어 사이트

    BalasHapus

Subscribe